Harga Emas Turun Lagi Dan Masih Akan Berlanjut Turun!

Harga Emas Turun Lagi, Waktunya Buat Jualan?

Harga Emas Turun Lagi Dan Masih Akan Berlanjut Turun!

Dilansir dari cnbcindonesia.com – Harga emas turun lagi pada perdagangan hari ini. Pada Senin (14/3/2022) pukul 06:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.983,66/troy ons. Melemah 0,66% dari posisi akhir pekan lalu.

Pada hari Jumat (11/3/2022), harga emas ditutup melemah 0,53% ke US$ 1.985,29/troy ons. Penurunan harga emas ini terjadi karena kenaikannya yang sudah sangat tinggi pada pekan sebelumnya serta kekhawatiran pasar akan langkah agresif bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed dalam menaikkan suku bunga.

Pemicu harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh adanya konflik perang antara negara Russia dan Ukrania. Hal inilah yang kemudian memebuat para investor beralih ke asset safe haven yaitu emas yang lebih aman utuk berinvestasi.

Namun, pekan ini, mata investor juga akan tertuju pada hasil pertemuan The Fed. Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan mengumumkan kebijakan moneter pada pekan ini dan diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Namun, dengan inflasi yang terus melesat tinggi, ada kemungkinan The Fed akan lebih agresif lagi dalam menaikkan suku bunga tahun ini.

Harga Emas (US$/Troy Ons)

Chart: Maesaroh Source: Refinitiv

Data dari AS pekan lalu menunjukkan inflasi bulan Februari melesat 7,9% year-on-year (yoy) menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 40 tahun terakhir. Tingginya inflasi memang sudah diperkirakan oleh The Fed. Tetapi jika berlangsung lama tentunya akan menjadi masalah, dan The Fed bisa bertindak sangat agresif dalam menaikkan suku bunga.

Emas yang walaupun salah satu safe haven yang kebal terhadap inflasi tetap akan berimbas jika inflasi terjadi secara terus-menerus. Jika ini terjadi, The Fed bisa semakin agresif dalam menaikkan suku bunga. Hal tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas dunia yang merupakan aset tanpa imbal hasil.

“Angka inflasi tentu saja menjadi elemen underlying bullish untuk emas. Namun, faktor geopolitik juga akan menjadi pendorong penting bagi pergerakan ekonomi sekarang. Kenaikan harga energi telah mendorong pergerakan harga emas (pekan lalu). Sekarang, bahkan, data inflasi tidak cukup menguntungkan karena harga emas sudah terlalu tinggi,” tutur Jim Wycoff, analis senior Kitco Metals.

Sebelumnya, Wang Tao, Analis Pasar Reuters, memperkirakan penurunan harga emas disebabkan oleh kenaikan tajam selepas harga melewati titik US$ 1.976/troy ons. Tren kenaikan emas sudah berbalik arah dan koreksi akan semakin dalam setelah menyentuh US$ 2.069,89/troy ons. Harga emas mungkin akan menuju US$ 1.976 dan turun lebih dalam lagi.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Your email address will not be published.