Perusahaan-Perusahaan Mengurangi Pengeluaran, Perekonomian Jepang Tumbuh Lebih Lambat
Author : Rifan Financindo Berjangka in Berita
Perekonomian Jepang tumbuh lebih lambat dari perkiraan awal karena dunia usaha mengurangi investasi pada pabrik dan peralatan serta konsumen mengeluarkan lebih sedikit uang, sebuah hasil dari data yang menunjukkan lemahnya pertumbuhan yang dicapai pada kuartal terakhir.
Produk domestik bruto (GDP) tumbuh sebesar 4,8% secara tahunan dibandingkan tiga bulan sebelumnya, angka revisi dari Kantor Kabinet menunjukkan pada hari Jumat. Ekspansi tersebut lebih kecil dibandingkan perkiraan awal sebesar 6% dan berada di bawah perkiraan ekonom sebesar 5,6%.
Angka pengeluaran bisnis direvisi untuk menunjukkan pengeluaran turun 1% secara non-tahunan. Sebelumnya pemerintah memperkirakan investasi modal tidak berubah dibandingkan kuartal pertama. Belanja konsumen juga turun lebih dari perkiraan awal.
Data terpisah menunjukkan pertumbuhan upah melambat tajam sehingga mendorong upah riil turun sebesar 2,5% setelah memperhitungkan dampak inflasi.
Hasil yang diperoleh pada hari Jumat ini sesuai dengan indikasi bahwa kondisi dalam negeri yang lesu menghambat pemulihan negara tersebut. Data tersebut akan mendukung pandangan Perdana Menteri Fumio Kishida bahwa konsumen dan dunia usaha memerlukan lebih banyak bantuan ketika mereka berjuang menghadapi inflasi terkuat dalam beberapa dekade.
Hasil yang lebih lemah ini juga menunjukkan perlunya bank sentral untuk melanjutkan kebijakan ultra-longgarannya untuk menstimulasi aktivitas karena prospek permintaan eksternal meredup akibat perlambatan di Tiongkok dan pengetatan moneter yang terus berlanjut di negara-negara utama dunia lainnya. Para ekonom memperkirakan perekonomian Jepang akan mengalami kontraksi pada kuartal ini.(mrv)
Sumber : Bloomberg
